SDGs 14. Life Below Water
Blog ini di buat dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktikum Teknologi Informasi
Blog ini dibuat dengan tujuan untuk belajar bagaimana cara membuat poster dan web blog, serta memenuhi tugas mata kuliah Praktikum Teknologi Informasi untuk mengingatkan pembaca supaya dapat menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Sampah plastik menjadi masalah serius di lautan. Makhluk di lautan seringkali mengira bahwa sampah merupakan makanan. Sehingga mereka memakannya yang mengakibatkan tersumbatnya saluran pencernaannya, kemudian mati karena kesulitan mencerna makanan.
Bisa kita lihat melalui pemberitaan di media, laut Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Akan tetapi, kapal-kapal asing masuk ke wilayah laut Indonesia dan mengambil ikan yang tersedia secara ilegal. Hal ini menyebabkan ekosistem biota laut tidak seimbang.
Pantai menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi kebanyak orang. Tetapi terkadang pengunjung kurang memerhatikan kebersihan lingkungan sekitar dengan membuang sampah sembarangan. Sampah ini nantinya akan terbawa ombak menuju ke laut dan mencemari laut.
Melimpahnya jumlah cadangan minyak dan gas yang tersedia di laut membuat perusahan-perusahaan terkait untuk mengambil sumber daya tersebut. Akan tetapi, terkadang dalam pengeboran dan pencairan ini terjadi kelalaian, sehingga menjadikan lingkungan di laut menjadi rusak.
"Look up to the sky, look down to the sea, feel the excistences, there’s many creatures live side by side."
"No water, no life. No blue, no green."
"Whoever wants pearls, must dare to plunge in the deep ocean."
"One cannot collect all the beautiful shells on the beach."
We're from group 3, Class A, Urban and Regional Planning 2020.
Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro
Monday - Friday from 7am to 5pm
+62 89*****88**